Sebagian orang berpendapat bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya melalui suatu proses kebetulan, kebetulan, dan kebetulan. Benarkah?? Jika benar; tetapi mengapa sesuatu yang kejadinya berulang-ulang, bentuknya sama, rupanya sama, dan prosesnya sama. Misalnya, matahari, kemarin terbitnya dari timur, hari ini terbitnya masih dari timur, dan besok pasti terbitnya dari timur, dan begitu seteturnya. Sesuatu yang kejadiannya berulang-ulang tetapi mengikuti pola tertentu, proses tertentu dengan bentuk dan rupa yang sama, bukanlah sesuatu yang kebetulan, melainkan diciptakan dengan rancangan (disain) tertentu dari sang pencipta. Siapakah sang pencipta itu? Tentunya, jawabannya adalah: “Tuhan”. Yah, ya,…ya, …ya! Tapi, ………… , tuhan yang manakah? Sebab, “Tuhan” secara konseptual berbeda-beda antara satu agama dengan agama yang lain.
Para penganut agama Islam menyakini bahwa Tuhan hanyalah Allah. Tidak ada lagi tuhan yang lain selain selain Dia. Allah adalah Tuhannya para nabi-nabi dan rasul. Tuhannya nabi Adam, Tuhannya nabi Nuh, Tuhannya nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Musa, Isa, dan Muhammad. Semua nabi dan rasul menyembah Allah; mereka tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Hal ini dapat ditemui dalam Al-Qur’an, surat Al-A’raf ayat 54 (QS 7:54) yang artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutup malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakannya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing masing) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah menciptakan dan memelihara hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. Selanjutnya dalam surat Al-Baqarah (2) ayat: 163, yang artinya: “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
Dari dua ayat di atas dan banyak lagi ayat-ayat lain di dalam Al-Quran, dapat diketahui tentang konsep dasar Ketuhanan dalam Islam. Tuhan adalah Dzat yang maha sempurna dalam mencipta dan memelihara atas segala apa yang diciptakan, maha perkasa, maha bijaksana, maha pelindung dan maha penolong, maha mengetahui, maha melihat dan maha mendengara, tidak tidur dan tidak mengantuk, maha pemurah lagi maha penyayang, maha Esa, tidak punya anak dan tidak diperanakan, dan tidak ada yang setara dengan Dia. Karena Allah maha sempurna dalam segala hal, baik dalam Dzat maupun dalam sifat, dan memiliki kerajaan di dunia maupun di akhirat. Allah-lah yang menciptakan menusia, jin dan malaikat. Dia jugalah yang memberi manusia penglihatan dan pendengaran, mengajarkan manusia pandai berbicara, meninggikan langit dan meratakan bumi, menciptakan berbagai ragam tumbuh-tumbuhan dan hewn, menciptakan bahtera yang dapat berlayar. Kesemuanya tunduk pada Allah, mereka bertasbih kepada-Nya, kecuali manusia.(lihat Quran Surat Ar-Rahman).
Namun, kebanyakan manusia tidak pandai bersyukur; mereka menyembah kepada selain Allah. Padahal yang mereka sembah itu sama sekali tidak bisa menciptakan sesuatu apapun. Bahkan apa yang mereka sembah itu dibuat oleh tangan-tangan manusia, atau oleh hasil pemikiran manusia. Yang disembah itu tidak bisa berbicara, tidak mendengar, tidak bisa melihat. Sedangkan Allah, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. Dan Maha mengatahui. Mengetahui yang nyata maupun yang ghaib; mengetahui yang sekarang, yang lampau, maupun yang akan datang; mengetahui yang terlihat maupun maupun yang tersembunyi; mengetahui yang dinyatakan maupun yang disembunikan di dalam hati.
Maha suci Allah, Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula diperanakkan. Dia juga tidak diciptakan oleh siapapun atau oleh apapun. Dia juga tidak berawal dan tidak pula berahir. Dia tidak tidur dan tidak pula mengantuk. Tidak ada yang setara dengan Dia, tidak juga ada yang sebanding dengan-Nya. Allah Maha Perkasa, Dia tidak butuh patner untuk mengurus segala mahluk yang diciptakan-Nya. Allah-lah Tuhan yang sejati. Hanya Allah sajalah Tuhan yang sejati. Oleh karenanya sembahlah Allah. Itulah jalan yang lurus, satu-satunya jalan keselamatan.

Jatiasih, 27 Mei 2016
M. Rum Alim

Leave a Reply

*